Jumat, 1 Mei 2026

Anggota DPR RI Muhidin Said Serap Aspirasi Milenial Sigi

Anggota DPR RI H. Muhidin Mohamad Said saat serap aspirasi pemuda milineal Kabupaten Sigi, bertempat di kediaman Bupati Sigi di Desa Kotapulu, Rabu (4/3/2026). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah periode 2024–2029, Muhidin Muhammad Said, menggelar kegiatan serap aspirasi bersama kaum milenial di Kabupaten Sigi, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di kediaman Bupati Sigi.

Ratusan milenial hadir dalam kegiatan itu, bersama perwakilan Partai Golkar Sulawesi Tengah dan jajaran pengurus lainnya.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI tersebut.Ia mengajak seluruh peserta memberikan apresiasi dan doa agar Muhidin Muhammad Said senantiasa diberi kesehatan serta istiqamah memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi.

“Momentum seperti ini jarang terjadi. Tidak banyak anggota DPR RI yang secara khusus ingin bertemu langsung dengan kaum muda. Karena itu, kita patut berterima kasih,” ujar Rizal.

Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dari cita-cita Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia meminta para milenial ikut berperan aktif menjaga masa depan daerah, termasuk menjauhi narkoba.

Lebih lanjut, Rizal mengungkapkan, berdasarkan laporan aparat, Kabupaten Sigi saat ini berada pada peringkat kedua kasus penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Tengah. Bahkan baru-baru ini aparat menangkap dua kilogram sabu di Kecamatan Nokilalaki.

“Ini menjadi alarm bagi kita bersama. Saya berharap generasi muda membantu pemerintah memerangi peredaran narkoba agar masa depan Sigi tidak rusak,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya peran seni dan budaya dalam mendukung visi pembangunan daerah, yakni Sigi Maju Berkelanjutan Berbasis Pertanian dan Pariwisata.

Dalam pemaparannya, H.Muhidin Mohamad Said menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPR RI untuk kembali ke daerah pemilihan dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Ia menjelaskan, dalam setahun DPR RI melaksanakan lima kali masa reses, delapan kali kunjungan serap aspirasi, serta tiga kali kunjungan spesifik lainnya.

“Tujuan saya datang ke sini bukan hanya berbicara, tetapi mendengarkan langsung apa yang menjadi persoalan anak-anak muda,” ujarnya.

Muhidin juga memaparkan sistem pemerintahan dan pengelolaan anggaran, mulai dari APBN di tingkat pusat hingga APBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, agar generasi muda memahami mekanisme perjuangan aspirasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai program prioritas.Di DPR RI, Partai Golkar menjadi salah satu pendukung utama pemerintahan.

Ia menyebut komposisi kursi di parlemen, di mana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memiliki 110 kursi, disusul Partai Golongan Karya dengan 102 kursi, serta Partai Gerakan Indonesia Raya sebanyak 85 kursi.

Beberapa program pendidikan yang disorot antara lain KIP Kuliah dan LPDP bagi mahasiswa kurang mampu. Ia bahkan berinteraksi langsung dengan peserta yang hadir untuk memastikan akses beasiswa berjalan baik.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Sigi akan mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai lebih dari Rp200 miliar.

Sekolah tersebut dirancang bertaraf internasional dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, lengkap dengan fasilitas asrama dan sarana olahraga.

Program lain yang turut disampaikan yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.

Muhidin juga mengingatkan generasi muda untuk menjauhi narkoba dan pinjaman online ilegal, karena keduanya dapat merusak masa depan.“Jangan pernah coba-coba narkoba. Sekali terlibat, masa depan bisa hancur.

Begitu juga pinjol ilegal, pastikan terdaftar di OJK agar tidak terjerat masalah hukum dan tekanan finansial,” pesannya.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka.

Para milenial diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari akses pendidikan, lapangan kerja, pengembangan usaha kreatif, hingga persoalan sosial di lingkungan mereka.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif. Muhidin menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dibawa dan diperjuangkan di tingkat pusat sesuai kewenangan DPR RI.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara generasi muda Kabupaten Sigi dan wakil rakyat di parlemen nasional, demi mewujudkan masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. ***