Daerah

Pemkab Sigi Dorong Masuknya Investasi Sektor Pertanian dan Pariwisata

Pemkab Sigi Dorong Masuknya Investasi Sektor Pertanian dan Pariwisata
Wabup Sigi Samuel Yansen Pongi saat pimpin rapat tematik penyusunan dokumen pra studi kelayakan potensi investasi Kabupaten Sigi 2026, bertempat ruang rapat Sekkab Sigi, Rabu (21/10/2026). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, terus mendorong masuknya investasi berbasis pertanian dan pariwisata melalui penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Dokumen tersebut diharapkan mampu memetakan potensi unggulan daerah sekaligus memberikan gambaran kelayakan usaha bagi calon investor.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengatakan penyusunan dokumen IPRO sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi yang layak ditawarkan kepada investor.

Hal itu disampaikan Wabup, usai menghadiri Rapat Tematik Penyusunan Dokumen Pra Studi Kelayakan Potensi Investasi Kabupaten Sigi Tahun 2026, bertempat ruang rapat Sekkab Sigi, Rabu (21/10/2026).

“Intinya kita mau mengundang investasi yang basisnya pertanian dan pariwisata, sebagaimana visi dan misi daerah,” ujar Samuel.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemaparan studi kelayakan, Kabupaten Sigi memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi, salah satunya pembangunan pabrik kakao untuk mendorong hilirisasi komoditas tersebut.

Menurutnya, lokasi potensial untuk pembangunan pabrik kakao telah dipetakan di dua desa, yakni Sidera dan Oloboju.

Penentuan lokasi tersebut juga mempertimbangkan kesesuaian tata ruang, termasuk peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), agar pengembangan investasi tidak berbenturan dengan kawasan yang dilindungi.

Selain kakao, sektor peternakan juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan, dengan salah satu lokasi potensial berada di Karawana Ndau.

“Melalui IPRO ini, sudah dihitung analisis usahanya. Jadi, bukan hanya mengetahui luas lahan kakao, tetapi juga bisa melihat bagaimana peluang investasi di sini, termasuk kelebihan dan kekurangannya,” jelasnya.

Samuel menambahkan, Pemkab Sigi terus berupaya menarik minat investor dengan mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) memanfaatkan IPRO sebagai salah satu instrumen untuk mempermudah dan memperkuat promosi investasi daerah.

Dengan adanya dokumen tersebut, calon investor diharapkan memperoleh informasi yang lebih terperinci mengenai potensi usaha, kelayakan investasi, serta peluang pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Sigi.

Lebih lanjut, ia berharap penyusunan dokumen IPRO tidak hanya menjadi kegiatan yang dilakukan saat ini, tetapi juga dapat menjadi kemampuan berkelanjutan bagi aparatur pemerintah daerah.

Karena itu, Samuel mendorong adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan PTSP dan perangkat daerah terkait agar mampu menyusun dokumen IPRO secara mandiri untuk berbagai potensi investasi lainnya.

“Kita berharap ada SDM dari PTSP dan dinas terkait yang bisa dilatih untuk menyusun dokumen IPRO ini, sehingga ke depan dokumen-dokumen untuk potensi lainnya juga bisa dihasilkan oleh pegawai kita sendiri,” katanya.

Ia menegaskan, penyusunan dokumen tersebut ditargetkan rampung sebelum Desember 2026. Pemerintah daerah berupaya mempercepat prosesnya agar peluang investasi di Kabupaten Sigi dapat mulai ditawarkan secara lebih terarah pada 2027.

Baca juga