Jumat, 9 Jan 2026
Daerah  

Bupati Sigi Dampingi Menteri Kebudayaan RI Resmikan Laboratorium dan Storage Vatunonju

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Gubernur Anwar Hafid saat dampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saya resmikan Laboratorium dan Storage Vatunonju, Selasa (30/12/2025). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam kunjungan kerja sekaligus peresmian Laboratorium dan Storage Vatunonju yang berlokasi di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Selasa (30/12/2025).

Peresmian fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam upaya pelestarian warisan budaya, khususnya tinggalan megalitik yang banyak ditemukan di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Sigi yang merupakan bagian dari kawasan penting Lore Lindu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rahmanda Primayudha, Sekretaris Jenderal Pelestarian Kebudayaan Wawan Yugaswara, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII, Ketua DPRD Kabupaten Sigi/Ketua Komisi I Dahyar, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Wali Kota Palu atau yang mewakili, para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta para pimpinan OPD Kabupaten Sigi.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan bahwa keberadaan Laboratorium dan Storage Vatunonju diharapkan dapat menjadi pusat konservasi, penelitian, serta pengelolaan benda-benda cagar budaya secara profesional dan berstandar nasional.

Bupati Rizal menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian penting dari identitas daerah.

Namun demikian, seiring dengan semakin banyaknya penemuan benda-benda bersejarah di wilayah Kabupaten Sigi, Bupati menilai kebutuhan akan gedung museum daerah yang representatif menjadi semakin mendesak.

Melalui kesempatan tersebut, Bupati Sigi menyampaikan harapan besar kepada Menteri Kebudayaan RI agar Kabupaten Sigi dapat memperoleh dukungan untuk pembangunan museum daerah.

Menurut bupati, museum tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pameran koleksi sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penelitian, serta sarana pembelajaran bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, dan bangga terhadap sejarah serta jati diri budayanya.

Lebih lanjut, Bupati meyakini museum akan menjadi simpul penting dalam pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Kebudayaan RI terhadap Sulawesi Tengah, khususnya dalam pelestarian warisan budaya megalitik yang merupakan peninggalan leluhur masyarakat setempat.

Ia menilai kunjungan kerja Menteri Kebudayaan yang menjangkau Poso, Lembah Napu, hingga Kabupaten Sigi di akhir tahun merupakan bentuk komitmen nyata negara dalam menjaga kebudayaan.

“Kehadiran Pak Menteri hari ini adalah kebanggaan bagi kami. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan warisan leluhur Sulawesi Tengah mendapat perhatian serius. Salah satu visi pembangunan kami adalah Berani Berkah, yang menempatkan nilai religius dan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan daerah,” ujar Anwar Hafid.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah peradaban manusia. Ia menegaskan bahwa tinggalan megalitik di kawasan Lore Lindu bukan hanya aset daerah atau nasional, melainkan memiliki potensi besar untuk menjadi warisan budaya dunia.

“Apa yang ada di Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa Nusantara ini adalah peradaban yang sangat tua. Tinggalan megalitik Lore Lindu merupakan bukti penting perjalanan panjang peradaban manusia dan layak kita dorong menuju penetapan sebagai warisan budaya dunia UNESCO,” ungkap Fadli Zon.

Menbud menjelaskan bahwa kawasan megalitik Lore Lindu saat ini telah masuk dalam tentative list warisan budaya dunia.

Kehadiran Laboratorium Megalitik Vatunonju dinilai sebagai fondasi penting dalam penguatan perlindungan, pengelolaan, serta pengembangan data dan informasi arkeologis yang dibutuhkan untuk menuju pengakuan internasional tersebut.

Ia juga menekankan bahwa kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi mencakup bahasa, tradisi, ritus, manuskrip, pengetahuan lokal, hingga ekspresi kehidupan masyarakat adat.

Menurutnya, pelestarian kebudayaan pada akhirnya akan bermuara pada penguatan pariwisata budaya, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.

“Budaya itu hulunya. Hilirnya adalah pariwisata, ekonomi budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu negara hadir untuk memajukan kebudayaan nasional sebagaimana amanat konstitusi,” tutupnya. ***