SIGI, SIRANINDI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sigi bekerja sama dengan KARSA Institute menggelar Pertemuan Kemitraan Multipihak, bertempat di Kantor Kesbangpol Kabupaten Sigi, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan ini mempertemukan berbagai organisasi masyarakat sipil (CSO/NGO) dan instansi pemerintah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan kebangsaan, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam pencegahan terorisme, radikalisme, dan ekstremisme, serta pengarusutamaan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sigi, Mohammad Riyadh, SE mengatakan bahwa kolaborasi multipihak menjadi pendekatan penting untuk memperkuat ketahanan sosial dan kebangsaan.
“Upaya pencegahan ekstremisme harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan. Kesbangpol berkomitmen menjadi ruang kolaborasi bagi semua pihak untuk menjaga keamanan dan memperkuat nilai kebangsaan di Kabupaten Sigi,” ujarnya.
Selanjutnya, pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhammad Jauhari, S.T., M.P.W., perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sigi, yang menegaskan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dan kegiatan masyarakat sipil agar kebijakan daerah benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan sensitif terhadap isu sosial.
Forum ini diikuti oleh sepuluh lembaga mitra, yakni Yayasan ADRA Indonesia, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Ekologi Nusantara Lestari (Ekonesia), Islamic Relief Indonesia, Perkumpulan Imunitas Sulawesi Tengah, Libu Perempuan Sulawesi Tengah, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), KARSA Institute, Yayasan SHEEP Indonesia, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sigi.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta berbagi pengalaman dalam isu-isu strategis, seperti pemberdayaan ekonomi hijau, mitigasi bencana, perlindungan perempuan dan anak, pencegahan ekstremisme berbasis komunitas, serta penguatan GEDSI dalam setiap program pembangunan di Kabupaten Sigi.
Dari hasil pertemuan, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi berkelanjutan antar-lembaga, termasuk berbagi data, pengalaman lapangan, dan pembelajaran kebijakan, agar upaya pembangunan daerah dan pencegahan ekstremisme dapat berjalan sinergis dan inklusif.
Dimana kegiatan ini di prakarsai oleh Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kabupaten Sigi, Edwin Bertonimus ST. ***





