SIGI, SIRANINDI – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX tingkat Kabupaten Sigi tahun 2025, di lapangan sepakbola Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota dimulai, Rabu (15/10/2025). Kegiatan MTQ Sigi ke IX tahun 2025 dilaksanakan selama 7 hari mulai tanggal 15 hingga 21 Oktober 2025.
Serta diikuti kafilah dari 16 kecamatan di Sigi. Pembukaan MTQ ke-IX tingkat Kabupaten Sigi tahun 2025, dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi, Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Sekkab Sigi, Kapolres Sigi, Dandim 1306/KP, Kepala Kemenag Sigi, Kajari Sigi, Anggota DPD RI, Ketua dan Wakil Ketua PKK Sigi, Bhayangkari, IKKD, DWP, Kartika Candra.
Serta para pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sigi, Asisten, Staf Ahli, para camat, anggota DPRD Sigi, Pabung, Kapolsek, MUI Sigi dan para kafilah. Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX tingkat Kabupaten Sigi tahun 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan MTQ ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawah semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Saya berharap MTQ ini bisa menjadi sumber melimpahnya Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathaniah, dan Ukhuwah Basyariah kita, sehingga hati kita dapat merasakan kedamaian dan ketentraman setiap kali membaca dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Nilai-nilai itu harus kita tularkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa dengan semangat Al-Qur’an, masyarakat Sigi diharapkan dapat menghindari segala bentuk perpecahan.
“Saya percaya, jika kita benar-benar mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, maka tidak akan ada lagi hoaks, fitnah, caci maki, gesekan, dan ego di antara kita. Mari kita jaga terus kerukunan, persaudaraan, dan persatuan agar kita bisa bersama membangun Kabupaten Sigi yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Pembukaan MTQ ke-IX ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Sigi dan penyerahan piala bergilir kepada panitia untuk diperebutkan kembali oleh para kafilah dari seluruh kecamatan.
Kegiatan MTQ ini diharapkan dapat melahirkan para qari dan qariah terbaik yang tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi dan nasional, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. ***





