SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Teknis Kabupaten Sehat Tahun 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Sigi, Jumat (24/4/2026).
Turut hadiri dalam kegiatan tersebut, Sekian, Wakil Ketua DPRD Sigi, Ketua TP PKK Sigi, para pimpinan OPD, Asisten dan Staf Ahli dan para kabag.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan Kabupaten Sigi yang bersih, nyaman, aman, dan sehat.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan bahwa Kabupaten/Kota Sehat (KKS) merupakan kondisi wilayah yang dicapai melalui penerapan sembilan tatanan secara terintegrasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyatukan langkah pembangunan yang berwawasan kesehatan.
“Program Kabupaten Sehat bukan sekadar untuk meraih penghargaan, tetapi merupakan upaya bersama dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa sembilan tatanan tersebut mencakup kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, kolaborasi lintas sektor berbasis data, serta pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif sebagai prinsip utama dalam penyelenggaraan Kabupaten Sehat.
Hal ini dinilai sejalan dengan upaya menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan manusia yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, transformasi menuju Kabupaten Sehat juga perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi inovatif, pembiayaan kreatif, serta tindakan kolektif yang positif guna membangun wilayah yang tangguh dan berkeadilan.
Rapat koordinasi ini, lanjutnya, menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama, khususnya dalam pembaruan Surat Keputusan (SK) Tim Pembina dan Forum Kabupaten Sehat, serta memastikan pelaksanaan kegiatan dan penginputan indikator sembilan tatanan berjalan lebih optimal.
Bupati juga menekankan bahwa program Kabupaten Sehat merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, sehingga penguatan lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan.
“Tidak ada satu pun perangkat daerah yang bekerja sendiri. Semua harus terlibat karena kesehatan masyarakat merupakan bagian integral dari pembangunan,” tegasnya.
Melalui Tim Pembina dan Forum Kabupaten Sehat, diharapkan adanya kerja nyata di lapangan, khususnya dalam mendukung program prioritas seperti penanganan stunting dan peningkatan kebersihan lingkungan.
Selain itu, Forum Kabupaten Sehat diharapkan mampu menjadi penggerak partisipasi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan agar terlibat aktif dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan program.
“Diharapkan rapat koordinasi ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan wilayah sehat di Kabupaten Sigi dan meraih hasil yang lebih baik pada verifikasi tingkat pusat di masa mendatang,” ucap Bupati. ***





