SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan angka stunting melalui berbagai program strategis di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
Pada saat panen perdana di kolam Bioflok milik TP PKK Sigi telah menghasilkan sebanyak 110 kilogram (Kg) ikan Nila.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri panen perdana dan tebar bibit ikan Nila di kolam Bioflok milik TP PKK Sigi, di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kamis (23/4/2026).
Kata bupati, kegiatan tersebut dalam rangka mendukung intervensi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita stunting di Sigi. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah fokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pasokan untuk sekolah dan sektor pertanian.
“Bagaimana kita mensuplai kebutuhan untuk sekolah, dan bagaimana mendukung pertanian. Program kami jelas, membantu petani yang kurang mampu melalui pemberian bibit gratis dan pupuk gratis,” ujarnya.
Ia menjelaskan keberhasilan program tersebut nantinya akan terukur melalui pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang akan mengolah data dari sekunder menjadi data primer sebagai bahan evaluasi kebijakan.
Selain itu, Bupati juga menyoroti keberhasilan panen perdana sistem bioflok yang dijalankan bersama Tim Penggerak PKK.
Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi.“Kalau ada hasil lebih, bisa dijual untuk menambah kas PKK. Ini bagian dari kemandirian,” jelasnya.
Sebelumnya, PKK juga berhasil mengelola pertanian hortikultura dengan menanam sekitar 4.000 pohon tomat. Hasil panen tersebut sebagian dibagikan kepada masyarakat yang tergolong stunting, sementara sisanya dijual untuk mendukung keberlanjutan program.
Dana hasil penjualan kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produksi, termasuk pembelian gabah yang diolah menjadi beras.
Dari hasil tersebut, sekitar 6 ton beras telah didistribusikan kepada masyarakat, dengan sebagian lainnya dijual sehingga menghasilkan untuk kas bagi PKK
.“Selain melaksanakan panen perdana, di tempat yang sama juga dilakukan penebaran bibit ikan Nila sebanyak 1000 ekor,” terang Bupati. Bupati bahkan menyebut, ke depan PKK diharapkan semakin mandiri secara finansial.
“Lama-lama PKK tidak perlu lagi bergantung pada dana pemerintah, karena sudah bisa swadaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi, Hj. Siti Halwiah, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari program P3S (Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting) yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan stunting, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak tahap awal kehidupan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari P3S, yaitu pencegahan dan penurunan stunting. Kita harus mulai dari ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, hingga intervensi pada anak usia 0 sampai 23 bulan,” ujarnya.
Meski demikian, dalam kegiatan panen yang dilaksanakan kali ini, pihaknya mengaku masih membatasi cakupan peserta.
Kegiatan tersebut baru melibatkan perwakilan dari Kecamatan Dolo Selatan serta masyarakat terdampak stunting di Kecamatan Dolo.
“Untuk hari ini, kita hanya mengundang perwakilan dari Kecamatan Dolo Selatan dan Kecamatan Dolo. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh kecamatan,” terangnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Sigi Roro Istanti Samuel Pongi bersama pengurus kabupaten dan kecamatan, Kadis Perikanan dan Kadis Pertanian, Camat Dolo, Camat Dolo Selatan, serta penyuluh perikanan. ***





