SIGI, SIRANINDI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, secara resmi melepas Pawai Ta’aruf dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (6/6/2026).
Pawai Ta’aruf mengambil titik start dan finish di Taman Likuifaksi Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, kemudian melintasi Desa Jono Oge, Sidera, Potoya, Kotapulu, Kotarindau, Kabobona, Kalukubula selanjutnya Jalan Karanjalemba, Desa Mpanau, melewati Tugu Biromaru, dan kembali menuju Taman Likuifaksi Desa Lolu.
Bupati Sigi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pelaksanaan Pawai Ta’aruf bukan sekadar seremoni atau pelengkap rangkaian MTQ, melainkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-kafilah dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Sulawesi Tengah.
Lanjut bupati, melalui pawai yang menampilkan keberagaman budaya daerah serta ornamen Islami, masyarakat menunjukkan identitas sebagai bangsa yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dalam bingkai kebersamaan dan keberagaman.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempererat hubungan antarkafilah, sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan nilai-nilai Islam yang hidup di tengah masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Bupati.
Kepada seluruh peserta pawai dan kafilah, Bupati berpesan agar menampilkan semangat, dedikasi, dan rasa bangga selama mengikuti kegiatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, kesopanan, serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia.
“Jadilah teladan dengan menunjukkan akhlak mulia sebagai cerminan generasi Qurani. Junjung tinggi sportivitas dan jadikan MTQ ini bukan hanya ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sigi turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia penyelenggara, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan MTQ ke-31 tingkat provinsi ini.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, sukses, aman, dan membawa keberkahan bagi masyarakat serta daerah di Sulawesi Tengah.
“Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat syiar Islam, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” tutupnya. ***





