Sabtu, 25 Jul 2026
Daerah  

Bupati Sigi Buka FDL 2026, Ajak Semua Pihak Bangun Pariwisata Berkelanjutan

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae didampingi Wabup, Sekkab, Kadis Pariwisata dan perwakilan Kemenparekraf saat pukul lesung tanda dimulainya FDL 2026, bertempat Desa Tomado, Kamis malam (23/7/2026). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Festival Danau Lindu (FDL) 2026 resmi dibuka, pembukaan festival ditandai dengan pemukulan lesung bersama Wabup, Sekkab, Kadis Pariwisata dan perwakilan Kemenparekraf, bertempat Desa Tomado, Kamis malam (23/7/2026).

Kegiatan turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur, Kementerian Pariwisata, UGM, Wakil Walikota Palu, Ketua DPRD Sigi bersama anggota, pimpinan OPD Sigi dan Provinsi, Ketua PKK Kabupaten Sigi dan Pasangkayu, Wakil Ketua PKK Sigi, anggota DPRD Sulteng dan Forkopimda Sigi.

Dengan pemukulan lesung tersebut sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan tahunan yang mengangkat potensi alam, budaya, dan pertanian di kawasan Danau Lindu.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah pusat untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi jalan untuk membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Menurut Rizal, Danau Lindu memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan karena didukung panorama alam yang masih asri, kekayaan budaya masyarakat, serta hasil pertanian yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Ia menargetkan FDL terus berkembang hingga mampu sejajar dengan festival-festival besar di Indonesia.

Untuk itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh masyarakat agar bersama-sama memajukan sektor pariwisata Kabupaten Sigi.

Ia berharap Kementerian Pariwisata memberikan perhatian lebih terhadap Festival Danau Lindu agar masuk dalam agenda wisata nasional dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Selain mengembangkan pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu dinilai penting karena Danau Lindu berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang merupakan kawasan konservasi sekaligus cagar biosfer dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Menurutnya, pelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi masyarakat sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan tanpa mengorbankan keberlanjutan alam.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menekankan pentingnya penguatan identitas budaya lokal sebagai daya tarik wisata.

Ia mengusulkan agar budaya Rego dapat dikembangkan dan dipromosikan sebagai ikon budaya Kabupaten Sigi melalui kajian akademik sehingga memiliki pengakuan yang lebih luas.

Selain sektor pariwisata, Rizal menegaskan pembangunan Kabupaten Sigi juga akan ditopang oleh pertanian organik dan pengembangan UMKM.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah melaksanakan program percetakan sawah baru seluas sekitar 800 hektare di Desa Olu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”Sigi tidak membutuhkan emas kuning, tetapi emas hijau.

Mari bersama-sama menjaga alam, mengembangkan pertanian, dan memajukan pariwisata demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Festival Danau Lindu 2026 mengusung tema “Warisan Peradaban Lindu: The Majestic Land” dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menampilkan kekayaan budaya, produk UMKM, potensi pertanian, serta diskusi mengenai pelestarian lingkungan dan pengembangan kebudayaan.

“Diharapkan festival ini menjadi momentum memperkuat promosi Danau Lindu sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” harap bupati. ***