Selasa, 4 Agu 2026

Anggota DPRD Sigi Irma Yangka Dorong Pelestarian Spesies Endemik Danau Lindu

Anggota DPRD Sigi Irma Haflianty Yangka saat meninjau pameran spesies endemik yang hidup di Danau Lindu, baru baru ini.FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Irma Haflianty Yangka, baru baru ini menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan dan mendorong upaya pelestarian berbagai spesies endemik yang hidup di Danau Lindu.

Menurutnya, kekayaan hayati yang dimiliki kawasan tersebut merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama agar tidak mengalami kepunahan.

“Sebisa mungkin kita harus melestarikan dan menjaga spesies endemik. Jangan sampai ada yang punah,” terangnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas aspirasi yang disuarakan para pemerhati konservasi yang juga merupakan alumni Program Studi Perikanan Universitas Tadulako (Untad).

Mereka meminta DPRD Kabupaten Sigi turut menyuarakan pentingnya penyelamatan spesies endemik Danau Lindu kepada pemerintah daerah dan instansi terkait.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah mengkarantinakan kembali sejumlah spesies endemik melalui program penangkaran sebagai bagian dari upaya konservasi, perlindungan habitat, dan pemulihan populasi sebelum dilepas kembali ke habitat alaminya.

Lebih lanjut, Irma mengungkapkan bahwa Danau Lindu merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi habitat berbagai spesies endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain.

Beberapa di antaranya adalah Rono Lindu (Oryzias sarasinorum), ikan padi (ricefish) endemik yang populasinya kini hanya tersisa di beberapa titik, seperti Ngangan Kati dan Pulau Bola.Selain itu, terdapat Rono Maradika (Oryzias bonneorum) yang berstatus kritis dengan jumlah temuan sangat terbatas di kawasan Air Dingin.

Spesies endemik lainnya meliputi Udang Lamale (Caridina linduensis), udang air tawar asli Danau Lindu yang populasinya terus dimonitor karena memiliki daerah sebaran yang sempit, Caridina dali, Caridina kaili, Ikan Anasa (Nomorhamphus versicolor), Kepiting Lindu (Parathelphusa linduensis), serta Kerang Lindu (Corbicula linduensis).

Para pemerhati konservasi menilai keberadaan spesies-spesies tersebut memiliki nilai ekologis dan ilmiah yang sangat tinggi. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian habitat sekaligus mencegah kepunahan spesies endemik Danau Lindu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Irma Haflianty Yangka menyatakan siap memperjuangkannya melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dimiliki DPRD Kabupaten Sigi.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Perikanan serta perangkat daerah terkait dapat mengambil langkah konkret untuk memperkuat program konservasi sehingga kekayaan hayati Danau Lindu tetap terjaga.

Menurut Irma, pelestarian spesies endemik tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem Danau Lindu, tetapi juga melindungi warisan keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sigi bagi generasi mendatang.

Saat ini, para pemerhati konservasi bersama alumni Perikanan Untad telah membangun laboratorium mini di salah satu rumah warga sebagai tempat penangkaran sejumlah spesies endemik Danau Lindu.

Melalui fasilitas sederhana tersebut, spesies-spesies endemik dikembangbiakkan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya sebagai bagian dari upaya pemulihan populasi di Danau Lindu. ***