Senin, 4 Mei 2026

Dinkes Sigi Gelar Seminar Gerakan Cegah Stunting

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wabup Samuel Yansen Pongi saat foto bersama warga usai menghadiri seminar gerakan cegah stunting, bertempat di Gedung Kesenian RTH Taman Ganggawa Desa Kalukubula, Senin (25/8/2025). FOTO:DOK PROKOPIM PEMKAB SIGI

SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sigi menggelar seminar gerakan cegah stunting, bertempat di Gedung Kesenian RTH Taman Ganggawa Desa Kalukubula, Senin (25/8/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sigi, Wakil Bupati Sigi, para Kepala OPD, perwakilan TP-PKK Kabupaten Sigi, Founder Rimata Bunda Azima Rais, Kabid UKM Dinkes Sigi bersama jajaran, para kepala puskesmas, masyarakat, hingga ibu dan balita yang menjadi undangan khusus dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam penanganan stunting di Kabupaten Sigi.

“Setiap OPD harus mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan stunting. Saya juga meminta adanya progres nyata terkait penurunan angka stunting di lapangan,” tegasnya.

Bupati juga menekankan beberapa poin penting, di antaranya, mengoptimalkan fungsi Posbindu yang ada di desa, memastikan implementasi nyata dalam penanganan stunting.

Serta menetapkan penanggung jawab stunting di 16 kecamatan dengan skema dua OPD untuk satu kecamatan sebagai pendamping.

“Melibatkan mitra swasta melalui dana CSR untuk mendukung program percepatan penanganan stunting,” ungkapnya.

Menghindari ego sektoral agar seluruh program dapat berjalan efektif menuju target Zero Stunting dan Zero Kemiskinan di Kabupaten Sigi.

“Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi adalah faktor penting yang harus kita dorong. Desa juga perlu menyisihkan dana desa untuk penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, dan ketahanan pangan,” lanjut Bupati.

Bupati juga menyoroti masih adanya bidan desa maupun kepala desa yang belum sepenuhnya memahami mekanisme penanganan stunting akibat kurangnya sosialisasi. Untuk itu, ia meminta agar sosialisasi dilakukan secara masif dan merata hingga ke tingkat desa.

“Segala apa yang kita kerjakan untuk masyarakat semoga bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tutup Bupati.

Sebagai rangkaian kegiatan, seminar ini juga diramaikan dengan makan buah bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pasar murah yang berlangsung pada 25–26 Agustus 2025. ***