Rabu, 7 Okt 2026
Daerah  

Pemkab Sigi Laksanakan Gerakan Bumil Sehat

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat hadiri gerakan bumil sehat, di RTH Asmaul Husna, Desa Binangga, Senin (5/10/2026). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Gerakan Bumil Sehat, bertempat di RTH Asmaul Husna, Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wabup Sigi, Ketua DPRD Sigi, Ketua TP PKK Sigi, Kadis Kesehatan beserta jajaran, Camat Marawola, para Kepala Puskesmas, para Kades, Kapolsek Marawola, Kabag Prokopim dan masyarakat.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya mengatakan Pemkab Sigi komitmen perkuat tingkatkan kesehatan ibu dan anak melalui gerakan bumil sehat. Kata dia, kehamilan merupakan fase penting dalam kehidupan seorang perempuan.

Menurutnya, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan tidak hanya berpengaruh terhadap keselamatan ibu saat persalinan, tetapi juga menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam kandungan.

“Karena itu, kesehatan ibu hamil harus menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil, tetapi juga suami, keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah desa, pemerintah daerah hingga seluruh pemangku kepentingan,” ujar bupati.

Ia menjelaskan, Gerakan Bumil Sehat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan stunting.

Bupati Rizal juga mendorong setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kehamilan yang berkualitas, termasuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, dengan sedikitnya dua kali pemeriksaan di antaranya melalui ultrasonografi (USG) oleh dokter.

Selain itu, ibu hamil diharapkan mengikuti kelas ibu hamil, mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin, memenuhi kebutuhan gizi, memantau pertambahan berat badan, serta melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pemeriksaan kehamilan secara rutin penting dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin berbagai risiko dan komplikasi yang dapat terjadi selama masa kehamilan.

“Kita tidak boleh menunggu seorang ibu mengalami kondisi yang berat baru kemudian mendapatkan pertolongan. Kita harus melakukan pencegahan sejak awal, melakukan deteksi dini, memberikan edukasi dan pendampingan, serta memastikan ibu mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar,” ujarnya.

Lebih lanjut, bupati juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan. Ia menyebut ibu yang sehat dan memperoleh asupan gizi yang cukup akan memberikan awal kehidupan yang lebih baik bagi bayi yang dikandungnya.

Karena itu, pesan “Cegah stunting sejak dalam kandungan” harus menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sigi.Bupati juga mengajak para suami dan keluarga untuk memberikan dukungan penuh kepada ibu hamil.

Dukungan tersebut antara lain memastikan ibu mendapatkan makanan bergizi, mengonsumsi tablet tambah darah, melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal, mengikuti kelas ibu hamil, serta memperoleh pendampingan hingga proses persalinan.

Bupati berpesan para ibu hamil yang hadir dalam kegiatan tersebut, agar tidak takut memeriksakan kehamilan dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan.

“Jangan lupa mengonsumsi tablet tambah darah, jaga pola makan dan kesehatan, dan yang paling penting, lakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan,” terangnya.

Bupati menambahkan, bahwa pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan.

Namun diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, fasilitas pelayanan kesehatan, kader posyandu, TP PKK, organisasi profesi, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, serta seluruh masyarakat.

Ia berharap Gerakan Bumil Sehat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Sigi.

Bupati secara khusus meminta kepada para kepala desa dan jajarannya memberikan perhatian terhadap ibu hamil di wilayah masing-masing.

“Pastikan tidak ada ibu hamil yang luput dari pemantauan, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, ataupun terlambat mendapatkan pertolongan ketika mengalami tanda-tanda bahaya kehamilan,” tegasnya.

Ia juga mendorong dibangunnya sistem pendampingan ibu hamil yang kuat dan terintegrasi, mulai dari tingkat keluarga, kader, desa, kecamatan, puskesmas hingga rumah sakit.

Menurut Rizal, Gerakan Bumil Sehat harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan ibu sehat, bayi sehat, anak tumbuh optimal, serta generasi Kabupaten Sigi yang berkualitas.

“Investasi terbaik untuk masa depan Kabupaten Sigi dimulai dari memastikan setiap ibu mendapatkan kehamilan yang sehat dan setiap anak mendapatkan awal kehidupan yang terbaik,” pungkasnya. ***