SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sigi, bertempat di Gedung Kesenian Taiganja, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Jumat (9/5/2025).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi pembangunan daerah lima tahun ke depan dengan aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan.
Forum ini turut dihadiri oleh, Ketua DPRD Sigi, Kapolres Sigi, Kepala BPS Sigi, para anggota DPRD, perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, para asisten dan staf ahli Setda Sigi, tim ahli penyusunan RPJMD, kepala OPD, camat, tokoh agama, kepala desa, serta perwakilan dari LSM/NGO.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan bahwa penyusunan RPJMD merupakan amanah konstitusi yang wajib dijalankan oleh setiap kepala daerah sebagai dasar arah pembangunan selama masa jabatan lima tahun.
“Misi kami adalah mewujudkan Kabupaten Sigi yang maju dan berkelanjutan, berbasis pada potensi unggulan pertanian dan pariwisata. Ini adalah sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, serta peningkatan PAD ke depan,” tandas bupati.
Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melakukan intervensi strategis guna memajukan sektor pertanian melalui pembangunan sarana dan prasarana seperti terminal dan pasar induk. Upaya serupa juga akan dilakukan untuk sektor pariwisata agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
Lebih lanjut, bupati mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan sinkronisasi antara RPJMD kabupaten dengan RPJMD provinsi, mengingat adanya sejumlah kesamaan program prioritas. Bupati juga mengapresiasi peran aktif NGO yang telah berkontribusi positif dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah.
“Forum ini juga menyoroti dua prioritas nasional yang akan menjadi fokus RPJMD Kabupaten Sigi, yakni penurunan angka kemiskinan dan stunting,” ujarnya.
Dalam hal ini, Bapperida Kabupaten Sigi turut berkomitmen untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 4 terkait penggunaan data tunggal dalam perencanaan pembangunan.
“Kami berharap forum ini dapat menjadi wadah aspiratif yang menjembatani harapan masyarakat dan arah pembangunan Kabupaten Sigi ke depan,” harapnya.
Acara ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan mampu menjawab tantangan masa depan secara inklusif dan berkelanjutan. ***





