Kamis, 7 Mei 2026
Daerah  

Dua Inovator Birokrasi Sigi, Aldisyar dan Suaib Ikuti Ujian Aksi Perubahan PKA

FOTO : (Dari kiri), Camat Tanambulava sekaligus peserta PKA, Suaib., SS.,MM, Sekab Sigi, Drs. Nuim Hayat.,MM, Widyaiswara Ahli Utama sekaligus penguji PKA, Drs. Burhan Manda.,SH.,MH, Widyaiswara Ahli Madya sekaligus bertindak sebagai Coach PKA, Risal Num Arif Rivan Syahrir, S.IP.,M.Si dan Kabid Penyelenggaraan E-Government sekaligus peserta PKA, Aldisyar.,SE, di Makassar Sulsel, Selasa (22/7/2025). FOTO:IST

MAKASSAR, SIRANINDI – Dalam semangat perubahan dan kepemimpinan berintegritas, dua inovator birokrasi dari Kabupaten Sigi, Aldisyar dan Suaib menjadi sorotan dalam Ujian Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Makassar, Selasa (22/7/2025) siang.

.Dengan membawakan dua tema aksi perubahan yang sarat makna dan relevansi, keduanya memperlihatkan bahwa birokrasi daerah pun bisa menjadi arena lahirnya gagasan besar yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sigi, Aldisyar sekaligus peserta PKA, mempresentasikan aksi perubahan bertajuk “SATU SIGI – Satu Terintegrasi Untuk Sigi”, sebuah upaya membangun sistem data terpadu lintas OPD untuk menyokong pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan akurat.

“Kita tidak bisa membangun daerah hanya dengan asumsi. Kita butuh data yang konkret dan menyatu. SATU SIGI adalah langkah awal menuju birokrasi yang cerdas dan responsif,“ tegas Aldisyar dalam paparannya.

Lebih lanjut, aksinya menjadi cerminan implementasi nyata dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), menjawab kebutuhan akan satu data untuk mendukung visi pembangunan Kabupaten Sigi yang inklusif dan terintegrasi.

Sementara itu, Camat Tanambulava, Suaib menggugah perhatian dengan aksi “Tanata Tanambulava, Temu Aspirasi dan Niat Antar Petani Tumbuhkan Asa”.

Ia merancang ruang kolaboratif di tengah masyarakat petani yang selama ini dianggap berjalan sendiri-sendiri, menjembatani dialog antar-pelaku tani, dan menghadirkan pendekatan partisipatif dalam membangun ketahanan pangan lokal.

“Kami ingin pertanian tak hanya jadi sektor, tapi jadi gerakan. Di Tanambulava, petani bukan hanya pekerja tanah mereka adalah penggerak harapan,“ kata Suaib penuh semangat, pun disela-sela paparannya.Coach PKA, Risal Num Arif Rivan Syahrir menyebut, aksi kedua peserta sebagai contoh nyata dari kepemimpinan transformatif.

“Dua bulan implementasi di lapangan membuktikan mereka bukan hanya berpikir, tapi bergerak. Kepemimpinan mereka teruji dalam menggerakkan stakeholder, menyatukan tim, dan merawat gagasan menjadi gerakan,“ ujarnya.

Burhan Manda, penguji lainnya, memberikan apresiasi atas dampak yang dibawa kedua aksi ini terhadap arah pembangunan daerah.

“Aksi mereka selaras dengan visi Bupati Sigi: Pertanian dan Pariwisata sebagai fondasi masa depan. SATU SIGI menjadi jawaban untuk kebutuhan data daerah, sementara Tanata Tanambulava adalah denyut harapan dari bawah,“ akuinya.

Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi sekaligus mentor bagi kedua peserta, Nuim Hayat mengungkapkan rasa bangganya.

“Mereka membawa harapan. Bukan hanya sebagai ASN, tetapi sebagai pemimpin masa depan yang adaptif. Aldisyar menguatkan pondasi digital, Suaib menghidupkan akar sosial masyarakat. Keduanya memberi warna baru dalam wajah birokrasi kita,“ tutur Nuim.

Dua aksi perubahan ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari gerakan yang lebih besar guna mewujudkan Kabupaten Sigi Maju, Berkelanjutan Berbasis Pertanian dan Pariwisata.`

`Perubahan tidak datang tiba-tiba. Tapi dengan kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat, dan data yang jadi pijakan, Sigi bisa melangkah lebih jauh“. pungkas para penguji. ***