SIGI, SIRANINDI – Babinkamtibmas Desa Loru, Kecamatan Sigi Biromaru, Bripka Azis dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sebagai aparat keamanan, kami Babinkamtibkas dan Babinsa Desa Loru, berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Hal tersebut disampaikan Babinkamtibmas Desa Loru, Kecamatan Sigi Biromaru, Bripka Azis, kepada media ini, Senin (18/5/2026).
Katanya, selain Kamtibmas kami juga memiliki berbagai program kemasyarakatan yang terus dikembangkan bersama pemerintah desa dan masyarakat guna memperkuat keamanan, melestarikan budaya, serta mendukung ketahanan pangan.
Dalam bidang keamanan, pemerintah desa bersama Babinkamtibmas dan Babinsa telah membangun pos kamling di setiap dusun.
Desa Loru sendiri terdiri dari empat dusun, termasuk Dusun Tompu yang mayoritas dihuni warga Nasrani serta beberapa keluarga mualaf.
Ia menjelaskan, kami juga rutin melakukan kegiatan patroli setiap pukul 00.00 hingga 03.00 WITA. Patroli tersebut melibatkan Linmas desa, RT, kepala dusun, hingga tokoh pemuda sebagai bentuk sinergi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kalau pembangunan mau berjalan baik, maka keamanan harus dijaga. Karena kalau tidak aman, para pelaku usaha akan takut masuk dan berinvestasi di desa,” ujarnya.
Selain keamanan, Desa Loru juga aktif mengembangkan kearifan lokal melalui dua komunitas budaya dan olahraga tradisional.
Salah satunya adalah komunitas sumpit tradisional bernama Komunitas Sumpit Soueo. Nama “Soueo” sendiri diambil dari nama rumah adat yang berarti “menghadap matahari”.
Komunitas tersebut bahkan telah dua kali mewakili Provinsi Sulawesi Tengah pada ajang Fornas. Warga berharap Sulawesi Tengah dapat sukses menjadi tuan rumah Fornas tahun 2027 mendatang.
Di bidang seni budaya, masyarakat juga memiliki Sanggar Seni Soueo yang baru saja menerima bantuan sebesar Rp25 juta untuk pengadaan alat musik tradisional seperti gendang dan perlengkapan seni lainnya.
Sementara itu, dalam sektor pendidikan, pemerintah desa bersama Babinkhamtibmas dan Babinsa berencana memanfaatkan gedung kosong di desa untuk membuka pelatihan bahasa Inggris gratis bagi anak-anak Desa Loru.
Program tersebut akan melibatkan tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat. Desa Loru juga menyimpan potensi sejarah dan budaya berupa situs peninggalan masa lampau di Dusun 1 RT 5. Situs yang dikenal sebagai Situs Watu Noni itu memiliki batu berbentuk tempayan yang diduga sebagai kuburan kuno keturunan raja-raja pada masa lampau.
Menurut Bripka Azis, Balai Pelestarian Kebudayaan dari kementerian terkait, telah melakukan penelitian di lokasi tersebut dan menemukan sejumlah kerangka manusia di dalam tempayan batu.
Dalam kesempatan itu, Bripka Azis juga mengimbau masyarakat Desa Loru agar menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, narkoba menjadi salah satu penyebab meningkatnya tindak kriminalitas dan merusak kehidupan sosial masyarakat.
“Kami terus menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba karena itu menjadi ancaman utama bagi keamanan dan masa depan masyarakat Desa Loru,” tegasnya.
Untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinkamtibmas dan Babinsa bersama masyarakat juga aktif mengembangkan sektor pertanian, khususnya jagung dan padi. Program tersebut dijalankan secara gotong royong bersama kelompok tani dan masyarakat desa.
Lebih lanjut, Bripka Azis menegaskan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun Desa Loru yang aman, maju, dan mandiri. ***





