Rabu, 1 Jul 2026
Daerah  

Pemkab Sigi Mutakhirkan Data Kerusakan Infrastruktur Pascagempa

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae didampingi Wabup Samuel Yansen Pongi saat rapat pemutahiran data pasca gempa, bertempat pusdalops, Senin (29/6/2026). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terus melakukan pemutakhiran data infrastruktur yang terdampak gempa bumi yang melanda wilayah Palolo dan Nokilalaki. Hingga hari ke-13 pasca bencana Senin (29/6/2026), proses verifikasi dan validasi masih berlangsung untuk memastikan data kerusakan rumah yang menjadi dasar penanganan dan pemulihan.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengatakan berdasarkan data yang telah dikunci pada 21 Juni, tercatat sebanyak 1.774 rumah mengalami rusak ringan, 520 rumah rusak sedang, dan 210 rumah rusak berat. Namun, hingga saat ini data terus mengalami perkembangan seiring proses asesmen di lapangan.

“Data di tingkat desa seharusnya sudah terkunci pukul 15.00 WITA dan malam ini kami menunggu data dari tingkat kecamatan. Jika tidak ada sanggahan, maka data tersebut dinyatakan valid dan akurat. Namun apabila masih ada sanggahan, data akan dikembalikan ke bidang permukiman dan perumahan untuk dilakukan asesmen ulang,” ujar Samuel.

Ia menjelaskan, hasil asesmen terbaru juga menunjukkan adanya perubahan jumlah rumah rusak berat. Dari sebelumnya 281 unit, kini berkurang menjadi 258 unit setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim teknis yang memiliki kompetensi dalam menentukan kategori kerusakan bangunan.

Sementara itu, data sementara terbaru mencatat sebanyak 2.549 rumah mengalami rusak ringan, 1.995 rumah rusak sedang, dan 258 rumah rusak berat.

Selain memperbarui data kerusakan, Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus memantau aktivitas kegempaan. Hingga 29 Juni pukul 18.00 WITA, tercatat telah terjadi 1.607 kali gempa susulan.

“Kalau melihat grafik, intensitas gempa terus menurun. Hari ini hanya tercatat 34 kali gempa susulan dan sebagian besar sudah tidak dirasakan masyarakat, hanya dapat dideteksi oleh alat sensor. Kita semua berharap intensitas dan kekuatan gempa terus menurun hingga kondisi kembali normal,” katanya.

Samuel menambahkan, masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada 30 Juni.Selanjutnya, pemerintah akan memasuki masa transisi menuju pemulihan dengan fokus mengembalikan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Pada masa transisi tersebut, pemerintah menargetkan ketersediaan air bersih kembali normal, perbaikan jembatan yang terdampak gempa dapat segera diselesaikan, serta pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak agar mereka dapat kembali tinggal dengan aman.

“Kami memohon doa dan dukungan agar seluruh tim dapat terus bekerja dengan baik dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Semoga pelayanan dasar segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam proses pemulihan daerah.

“Sigi Kuat, Sigi Bangkit. Mari kita terus bergotong royong membangun Kabupaten Sigi yang lebih baik”. ajak Wabup. ***