Minggu, 23 Agu 2026

Anggota DPRD Sigi Ilyas Nawawi Jaring Aspirasi Warga BTN Paradise

Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi Partai NasDem Ilyas Nawawi saat reses di Dusun VII BTN Paradise, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu (22/8/2026). FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi Partai NasDem Ilyas Nawawi, melaksanakan reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Dusun VII BTN Paradise, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi agenda reses keempat sekaligus terakhir bagi Ilyas Nawawi dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membangun komunikasi langsung dengan warga di daerah pemilihannya.

Pada kesempatan tersebut, Ilyas Nawawi mengatakan reses merupakan bagian dari tugas dan kewajiban anggota DPRD yang diamanatkan oleh undang-undang.

Melalui reses, anggota DPRD dapat turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar, mencatat, serta menindaklanjuti berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga.

Menurutnya, reses tidak hanya menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dan menjaga hubungan yang baik antara wakil rakyat dengan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di lingkungan BTN Paradise. Di antaranya kondisi jalan di dalam kompleks perumahan, serta persoalan pengelolaan sampah.

Kepala Dusun VII BTN Paradise, Amiludin, turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penanganan infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Selain itu, persoalan sampah juga dinilai perlu mendapat perhatian agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ilyas Nawawi menjelaskan bahwa pembangunan maupun pemeliharaan jalan di kawasan BTN pada prinsipnya masih menjadi tanggung jawab pengembang selama fasilitas dan prasarana tersebut belum diserahkan kepada pemerintah daerah.

“Tapi saya akan mencoba melakukan komunikasi dengan pihak developer terkait pembangunan jalan di kompleks BTN ini. Kita akan melihat seperti apa status jalan tersebut dan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, Ilyas Nawawi juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah mengharuskan pemerintah menetapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan.

Dengan demikian, setiap usulan masyarakat perlu disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah, tingkat kebutuhan, serta kemampuan anggaran yang tersedia.

“Memang kita harus melihat kondisi anggaran daerah. Aspirasi masyarakat tetap kita catat dan akan kita perjuangkan sesuai dengan kewenangan serta kemampuan anggaran yang ada,” katanya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ia memastikan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses tetap menjadi perhatian dan akan dibawa ke DPRD Kabupaten Sigi untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Ilyas Nawawi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Yang paling penting adalah kita terus membangun komunikasi. Kalau ada persoalan di lingkungan, sampaikan dengan baik sehingga bisa kita cari solusi bersama,” ujarnya.

Reses di Dusun VII BTN Paradise merupakan rangkaian keempat sekaligus reses terakhir yang dilaksanakan Ilyas Nawawi pada masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026.

Sebelumnya, reses pertama dilaksanakan di Desa Pandere, tepatnya Dusun Saluponi, Kecamatan Gumbasa. Reses kedua berlangsung di Desa Sibowi, Dusun III.

Selanjutnya, reses ketiga dilaksanakan di Kantor Desa Watunonju. Rangkaian reses kemudian ditutup di Desa Kalukubula, tepatnya Dusun VII BTN Paradise.

Lebih lanjut, Ilyas Nawawi mengatakan melalui rangkaian reses tersebut, Ilyas Nawawi berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan dalam pembahasan dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Ia menegaskan, setiap aspirasi akan diperhatikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kewenangan pemerintah daerah, serta kemampuan anggaran yang tersedia.

Ilyas Nawawi juga berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjaga, sehingga berbagai persoalan di tingkat desa maupun lingkungan dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi secara bersama-sama. ***