Senin, 24 Agu 2026
Daerah  

Gubernur Anwar Hafid Targetkan Sulteng Bebas TB dalam Tiga Tahun

Gubernur Sulteng Anwar Hafid, menargetkan Sulteng bebas TB dalam tiga tahun ke depan, bertempat di Auditorium Untad, Sabtu (22/8/2026). FOTO:ISTIMEWA

PALU, SIRANINDI – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menargetkan Sulawesi Tengah bebas Tuberkulosis (TB) dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut ditegaskan saat menghadiri Puncak Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako Tahun 2026 sekaligus Launching Berani Magaya (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga) bagi perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Tengah, bertempat di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu (22/8/2026).

“Kita berkomitmen hari ini bahwa dalam tiga tahun ke depan, Sulteng bebas TB,” tegas Gubernur.

Menurut Gubernur, target tersebut bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Pemberantasan TB membutuhkan kekuatan bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat.

Karena itu, Gubernur menekankan agar pemberantasan TB tidak hanya dipandang sebagai urusan sektor kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama lintas sektor yang dilakukan secara nyata dan berkelanjutan.

Gubernur menegaskan, Berani Magaya tidak boleh berhenti sebagai seremoni peluncuran. Setelah dilaunching, program tersebut harus segera diterjemahkan menjadi gerakan nyata di kampus, keluarga, dan masyarakat.

“Kita akan koordinasikan dengan seluruh perguruan tinggi dan jajaran kesehatan supaya apa yang kita launching hari ini betul-betul bisa berjalan,” katanya.

Menurut Gubernur, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempercepat upaya menemukan dan menangani kasus TB.

Mahasiswa, kata dia, dapat menjadi kekuatan baru dalam memberikan edukasi, membantu menemukan kasus, mendampingi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan TB hingga tuntas.

“Kerja sama ini hanya bisa berjalan kalau kita bersama-sama dengan seluruh perguruan tinggi. Apa yang digagas melalui Berani Magaya hari ini adalah sebuah konsep yang sangat aktual dan harus kita lakukan,” tegasnya.

Gubernur juga menempatkan gerakan pemberantasan TB sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program 9 Berani sekaligus dukungan daerah terhadap agenda nasional pemerintah.

“Kami ingin menyampaikan bahwa komitmen kita di Sulawesi Tengah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, begitu besar untuk menyukseskan program Asta Cita Bapak Presiden di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Puncak Dies Natalis Ke-9 FKM Universitas Tadulako tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., serta Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dosen FKM Untad, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.

Dengan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga, dan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis target Sulteng bebas TB dalam tiga tahun bukan sekadar cita-cita, tetapi dapat diwujudkan melalui gerakan bersama. ***