Rabu, 6 Mei 2026
Daerah  

Aksi Perubahan ‘Masyarakat Maju’

Camat Palolo Syukur yang juga peserta PKA angkatan 1 tahun 2025 saat menyampaikan aksi perubahan ‘Masyarakat Maju’, bertempat di Kantor Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Rabu (2/7/2025). FOTO:IST

SIGI, SIRANINDI – Untuk mendukung ketahanan pangan sehat serta visi Kabupaten Sigi maju berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata sebagai model pembangunan berbasis desa, dengan pendekatan kawasan dan pemanfaatan potensi lokal, khususnya di bidang pertanian sehat serta pariwisata untuk kemandirian ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah nyatanya adalah Inovasi Aksi Perubahan: “Masyarakat Maju”(Mandiri, Sehat, dan Sejahtera melalui Akselerasi Potensi Lokal dan Pertanian Unggul), kegiatan ini dilaksanakan di tiga desa di Kecamatan Palolo.

Inovasi ini digagas oleh Camat Palolo Syukur yang juga peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Makassar.

Menurutnya, inovasi ini mendorong kolaborasi lintas sektor terkait dan antar desa untuk menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri secara pangan dan ekonomi, serta memiliki akses terhadap layanan dasar yang cukup baik.

Lebih lanjut, komponen utama inovasi:1.Pemetaan Potensi Desa yang dilaksanakan di tiga Desa yaitu. Bakubakulu, Bobo dan Bunga sebagai percontohan di kecamatan Palolo. •Camat memfasilitasi pendataan potensi tiap desa (komoditas pertanian unggulan, tenaga kerja, lahan tidur, tradisi lokal serta sumber daya alam).•Hasilnya dimanfaatkan sebagai basis perencanaan berkelanjutan disetiap Desa.

2.Program Pertanian Sehat Mandiri (PETANI MAJU). •Camat mendorong setiap desa mengembangkan lahan dikelola sebagai pertanian organik, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pola konsumsi yang sehat dan pasar. •Pelatihan teknik pertanian sehat, penggunaan pupuk alami, dan pengolahan hasil pertanian difasilitasi melalui kerjasama dengan penyuluh dan praktisi pertanian dan lingkungan.

3.BUMDes Agribisnis dan Desa Sejahtera•Setiap desa didorong membentuk kerjasama usaha agribisnis melalui BUMDes, seperti PKK, Kader Desa, kelompok tani, pasar tani, dan pusat olahan hasil pertanian. •Produk unggulan desa dipasarkan melalui kerja sama antardesa dan promosi online melalui platform bersama kecamatan.

4.Kampung Sehat dan Gizi Mandiri•Camat menginisiasi program Kampung Sehat, berupa gerakan sayur di pekarangan, konsumsi pangan lokal, dan sanitasi berbasis masyarakat. •Disinergikan dengan Posyandu, kader kesehatan, dan Puskesmas untuk menurunkan stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.

5.Kawasan Mandiri Ekonomi Desa (KAWAN DESA). •Kecamatan dibagi dalam zona ekonomi berbasis keunggulan lokal: pertanian, perikanan, peternakan, wisata, atau kerajinan. •Camat bertindak sebagai koordinator kawasan untuk mempertemukan desa dengan investor, pelatihan, dan akses modal.

6.Program Sekolah Lapang Desa Mandiri•Pelatihan rutin bagi petani, pemuda, dan perempuan desa tentang pengelolaan usaha, keuangan keluarga,pola konsumsi sehat keluarga dan keterampilan. •Diselenggarakan bergilir di tiga desa dan selanjutnya diikuti desa lain, dengan narasumber dari praktisi lingkungan/pertanian dan tokoh inspiratif.

7.camat mendorong potensi alam yang digunakan sebagai objek wisata ATV di desa Bakubakulu, untuk membuka ruang ekonomi baru pada Desa.

A. Tempat kegiatan Desa Bakubakulu, Bobo dan Bunga Kecamatan Palolo yang dipersiapkan Kurang lebih 3 Bulan, dilaksanakan 3 Hari berbeda di desa masing-masing pada tanggal 1 s/d 3 Juli 2025.

B. 1.Dihadiri Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi (Muhammad Akib Ponulele. Spt). 2.Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Mika Mantong. SP). 3. Camat Palolo (Syukur S. Sos. M.A.P) sebagai penggagas. 4. Praktisi Pertanian/pemerhati lingkungan narasumber (Lukman Hakim) 5. Kepala Desa Bakubakulu (Anton Upe, Spd)6. Kepala desa Bobo (Sudarmin)

7. Kepala desa Bunga (Liston). 8. Ketua Bpd masing-masing desa, ketua BUMDes masing-masing desa, Ketua PKK masing-masing Desa,Para kader masing-masing desa, serta kelompok tani masing-masing desa. Harapan nya mereka dapat menjadi speaker untuk mengajak masyarakat luas.

9. Kegiatan dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik/serta lounching objek wisata ATV di desa Bakubakulu Kecamatan Palolo. Dampak Inovasi:•Masyarakat desa semakin mandiri secara ekonomi dan pangan.•Pertanian desa menjadi lebih produktif, sehat, dan menguntungkan.•Kesehatan masyarakat meningkat karena pola konsumsi bergizi dan lingkungan bersih.

•PADes meningkat melalui usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal.•Terbangunnya kolaborasi antar desa dalam satu kawasan kecamatan. (Terbukanya sentra ekonomi baru masyarakat dengan adanya wisata Alam ATV). ***