Rabu, 6 Mei 2026
Daerah  

Desa Sibalaya Utara Bentuk Pengurus TPQ Nurul Khairaat

Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava menggelar rapat pembentukan pengurus TPQ Nurul Khairaat, bertempat Masjid Kubah Kampung Haji, Dusun 2, Desa Sibalaya Utara, Jumat (30/5/2025). FOTO:DOK PEMDES SIBALAYA UTARA

SIRANINDI – Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava menggelar rapat pembentukan pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Khairaat, bertempat Masjid Kubah Kampung Haji, Dusun 2, Desa Sibalaya Utara, Jumat (30/5/2025).

TPQ Nurul Khairaat berlokasi di Kampung Haji Dusun 2, Desa Sibalaya Utara, dengan jumlah santri sebanyak 84 orang.

Kepala Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava Afdhal kepada media ini mengatakan TPQ Nurul Khairaat baru beroperasi sekitar dua minggu. Namun kegiatan pengajiannya sudah berjalan rutin setiap hari, tepatnya setiap sore setelah salat Ashar.

“Pengajaran di TPQ ini terbilang istimewa karena dilakukan secara sukarela oleh para ibu-ibu Kampung Haji. Tidak hanya menjadi pengajar Al-Qur’an, mereka juga bahu-membahu menyiapkan makanan bagi para peserta pengajian melalui dapur umum yang mereka kelola secara mandiri,” ujar Kades.

Lanjut Kades, setiap hari, sebagian ibu bertugas mengajari anak-anak mengaji, sementara sebagian lainnya memasak untuk memastikan anak-anak mendapat asupan makanan setelah belajar.

Dari hasil rapat telah disepakati, bahwa struktur pengurus TPQ Nurul Khairaat sudah terbentuk, serta hal ini sebagai bentuk kontribusi bersama dari berbagai pihak.

Masyarakat Kampung Haji, dan warga dari Hunian Tetap (Huntap) Satelit turut menyatakan komitmennya untuk saling membantu dalam mendukung operasional dapur umum, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan TPQ Nurul Khairaat.

“Kegiatan ini bukan hanya soal belajar mengaji. Lebih dari itu, ini adalah investasi untuk membentuk karakter generasi Islamiah di desa kita, serta menjadikan Kampung Haji sebagai pusat kegiatan religi di Desa Sibalaya Utara,” tutur kades.

Kegiatan TPQ Nurul Khairaat telah menjadi contoh nyata gotong royong dan komitmen masyarakat terhadap pendidikan keagamaan.

Harapannya, semangat ini akan terus tumbuh dan menjadi inspirasi dalam membangun masa depan anak-anak dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. ***