SIGI, SIRANINDI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sigi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, pengelola perpustakaan, guru, dan pegiat literasi, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Sigi Desa Mpanau, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan bimtek literasi informasi akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 3-5 Juni 2026 itu difokuskan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi bidang informasi dan perpustakaan, praktisi perpustakaan, serta jurnalis/media. Peserta merupakan pustakawan, guru dan pegiat literasi yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sigi.
Kepala Dispusip Sigi Imron Noor melalui Sekretaris Dispusip Sigi, Muhammad Thahir, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai sumber pengetahuan.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan berupa maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat, hoaks, hingga disinformasi.
Menurutnya, kemampuan literasi informasi menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki masyarakat agar mampu menyeleksi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Literasi informasi bukan hanya kemampuan mencari informasi, tetapi juga kemampuan menilai kebenaran informasi, memahami sumbernya, serta menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Thahir.
Ia menjelaskan, bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses literasi informasi, mulai dari mengenali kebutuhan informasi, menelusuri sumber yang tepat, mengevaluasi kredibilitas informasi, hingga memanfaatkannya secara efektif.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru, pustakawan, dan pegiat literasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat maupun peserta didik terkait penggunaan informasi yang kritis dan etis.
Muhammad Thahir menilai peran pustakawan, guru, dan pegiat literasi sangat strategis dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sigi.
“Kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh materi dengan baik, kemudian menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat dan instansi terkait di wilayah masing-masing,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Sigi juga mendorong terbangunnya kolaborasi antara pustakawan, guru, pegiat literasi, dan pengelola taman bacaan masyarakat guna menciptakan ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dibiayai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dispusip Kabupaten Sigi Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya baca masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.
Dengan meningkatnya literasi informasi, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pendidikan, pembangunan, dan kemajuan daerah. ***





