Senin, 28 Sep 2026

Melalui Rakerda, Ketua NasDem Sigi Ilyas Nawawi Dorong Penyelesaian Struktur Kepengurusan Ditingkat DPRT

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi.

SIGI, SIRANINDI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sigi menargetkan seluruh struktur Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) di wilayah Kabupaten Sigi terbentuk dan tuntas pada awal Januari mendatang.

Penguatan struktur hingga tingkat ranting menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai NasDem Sigi, sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Partai NasDem Sulawesi Tengah.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi, mengatakan struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kecamatan saat ini telah tuntas 100 persen. Tahapan selanjutnya diarahkan pada penyelesaian struktur DPRt di tingkat desa.

“Yang kami fokuskan adalah penguatan dan penuntasan struktur sampai pada tingkat ranting atau DPRt. DPC sudah tuntas 100 persen, berikutnya sampai awal Januari seluruh ranting sudah harus terbentuk,” ujar Ilyas Nawawi di Kantor DPD Partai NasDem Sigi, Desa Kalukubula, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Ilyas, penguatan struktur hingga lini terdepan menjadi bagian penting dalam membangun jaringan organisasi. Struktur partai di tingkat desa dinilai memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Bagaimana kita mau menggalang dan membuat jaringan untuk memenangkan sebuah pertarungan kalau struktur kita di lini terdepan tidak punya jaringan,” katanya.Selain konsolidasi internal, Ilyas menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan partai politik lainnya.

Perbedaan pilihan politik, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan permusuhan di tengah masyarakat.Ia mendorong agar dinamika politik di Kabupaten Sigi tetap berlangsung secara kondusif dengan mengedepankan persahabatan, kompetisi yang sehat, dan kepentingan masyarakat.

“Dengan partai lain kita tetap bersahabat dan bersaing secara sehat. Tidak ada permusuhan di antara kita. Kita jadikan tradisi politik di Kabupaten Sigi sebagai kerja bersama, meraih kemenangan bersama dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Ilyas juga meminta seluruh struktur partai, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, tidak hanya aktif ketika menghadapi momentum politik. Pengurus harus hadir di tengah masyarakat dengan membantu menyelesaikan berbagai persoalan serta menjembatani komunikasi masyarakat dengan institusi terkait.

“Partai politik sampai tingkat kecamatan dan desa jangan diam. Harus bergerak membantu masyarakat, membantu sesama dan menjembatani persoalan masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan struktur, NasDem Sigi juga akan mendorong pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi organisasi. Perkembangan teknologi dan digitalisasi dinilai membuka ruang bagi partai untuk menyampaikan informasi sekaligus membangun komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat.

“Zaman sekarang sudah zaman digitalisasi dan media sosial. Itu harus kita gunakan. Dari situ diharapkan lahir konsep-konsep baru untuk membantu masyarakat,” katanya.

Dalam menjalankan fungsi organisasi, Ilyas meminta pengurus mengenal wilayah dan masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. Pengenalan tersebut tidak hanya sebatas kondisi geografis, tetapi juga mencakup karakter, rekam jejak, prestasi, serta persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

“DPC dan DPRt tidak bisa tidak harus saling mengenal. Bukan hanya mengenal secara fisik, tetapi mengenal akhlak, rekam jejak, prestasi, serta permasalahan sosial dan ekonomi yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan partai politik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda.

Menurut Ilyas, upaya mengatasi persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik.

“Masalah kemiskinan dan lapangan kerja bagi generasi muda adalah kewajiban kita bersama. Partai harus menjadi jembatan untuk menjawab persoalan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, perhatian partai juga harus mencakup kelompok masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk anak muda yang belum memperoleh pekerjaan maupun mereka yang menghadapi tekanan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Karena itu, Ilyas meminta seluruh kader dan pengurus NasDem di semua tingkatan tidak bersikap pasif terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.“Bergabung di partai berarti mampu menjembatani persoalan-persoalan masyarakat, sekecil apa pun persoalan itu,” pungkasnya.***