Senin, 13 Apr 2026
Daerah  

Pemkab Sigi Matangkan Pengelolaan Aset RTH

Wabup Sigi Samuel Yansen Pongi saat pimpin rakor pemanfaatan aset ruang terbuka hijau, bertempat ruang kerja Wabup Sigi, Selasa (22/4/2025).FOTO:SIRANINDI

SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka matangkan langkah pemanfaatan sejumlah Ruang Rerbuka Hijau (RTH) yang dibangun di beberapa titik strategis, bertempat ruang kerja Wabup Sigi, Selasa (22/4/2025).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Yansen Pongi, dan dihadiri oleh Asisten II serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kata Wabup, rapat tersebut, membahas secara khusus terkait rencana pengelolaan empat ruang terbuka hijau, yakni RTH Taiganja, RTH Al-Asmaul Husna, Taman Likuefaksi, dan RTH Kabobona.

Keempat lokasi ini telah selesai dibangun dan dalam tahap pemanfaatan, namun belakangan mulai menarik minat pihak swasta untuk dikelola secara profesional.

“RTH dan taman-taman ini sudah selesai dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Tapi sekarang, sudah ada pihak swasta yang menyatakan minat untuk mengelola beberapa di antaranya,” ujar Wabup.

Wabup menekankan, meskipun kerja sama pengelolaan dengan pihak swasta dimungkinkan berdasarkan aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), proses tersebut harus dilakukan dengan perhitungan yang matang dan tidak sembarangan.

“Kita tidak bisa serta-merta menyewakan atau menyerahkan pengelolaan. Harus ada proses penilaian dari tim ahli yang berwenang. Bahkan dalam aturannya, pengelolaan bisa sampai 30 tahun, tapi semua itu harus berdasarkan perhitungan dan regulasi yang jelas,” tegasnya.

Menurut Samuel, rapat koordinasi yang dilakukan hari ini masih merupakan tahapan awal. Belum ada keputusan final mengenai kerja sama maupun penetapan nilai sewa terhadap aset daerah tersebut.

Lebih lanjut, wabup juga menyampaikan harapannya agar masyarakat turut menjaga keberadaan fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan, ada sejumlah laporan mengenai kerusakan dan kehilangan fasilitas, terutama tanaman hias di area taman.

“Saya sudah dapat banyak laporan, bunga-bunga di taman hilang dicabut. Ini tentu sangat disayangkan. Saya minta masyarakat jaga bersama fasilitas ini. Jangan dirusak atau diambil. Ini semua dibangun untuk memperindah wajah daerah kita,” imbaunya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merasa memiliki dan turut berperan dalam menjaga kelestarian serta kenyamanan ruang-ruang publik tersebut.

“Kalau fasilitasnya rusak atau tidak terawat, yang rugi kita semua. Makanya, ayo sama-sama kita jaga, rawat, dan manfaatkan dengan baik,” pungkasnya. ***