Rabu, 6 Mei 2026
Daerah  

Sekkab Sigi Hadiri Bimtek Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah

Sekkab Sigi Nuim Hayat menghadiri Bimtek Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Tunas Bahasa Ibu, bertempat di salah satu hotel di Palu, Kamis (26/6/2025). FOTO:DOK PROKOPIM PEMKAB SIGI

PALU, SIRANINDI – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi, Nuim Hayat, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bertempat di Hotel Aston Palu, Kamis (26/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelestarian dan pengembangan bahasa daerah sebagai warisan budaya dan benda yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga keragaman budaya nasional.

Dalam sambutannya, Sekkab Sigi Nuim Hayat menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan bimtek ini.

Sekkab juga menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan bangga terhadap bahasa daerah sebagai identitas budaya mereka.

“Revitalisasi bahasa daerah bukan hanya soal menjaga agar bahasa tersebut tidak punah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Ini adalah investasi budaya untuk masa depan,” ujar Nuim Hayat.

Sekkab berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam menjaga eksistensi bahasa daerah yang kini mulai tergerus oleh arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Bimbingan teknis ini diikuti oleh para pengajar utama yang akan menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran bahasa daerah kepada generasi muda, khususnya melalui program Tunas Bahasa Ibu.

“Program ini menyasar peserta didik di jenjang pendidikan dasar yang menjadi target utama dalam pelestarian bahasa ibu,” ungkapnya.

Kegiatan Bimtek ini turut melibatkan narasumber dari kalangan akademisi, pegiat bahasa, dan tokoh adat yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan dan kebudayaan lokal.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya perspektif dan materi yang diberikan kepada para peserta.

Dengan adanya pelatihan ini, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah. ***