SIRANINDI – Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava memiliki bangunan sederhana namun penuh makna yakni ‘Sou Tani’ atau Sanggar Belajar Petani yang lokasinya di tengah sawah.
Kades Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava Afdhal kepada media ini, Kamis (30/5/2025) mengatakan sanggar belajar ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan simbol kebangkitan pengetahuan di kalangan petani sekaligus wujud nyata dari komitmen desa terhadap pendidikan dan pemberdayaan masyarakat tani.
Menurut kades, adapun luas bangunan adalah ukuran 6×9 meter. Dimana anggaran pembangunannya menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2025.
“Sou Tani dirancang sebagai Sanggar Belajar Masyarakat Desa Khusus Petani. Selain bangunannya yang bagus, juga letaknya di tengah sawah,” jelas kades.
Lanjut kades, kenapa letak bangunan sou tani berada di tengah sawah, hal tersebut bukan tanpa alasan. Karena para petani ingin ilmu tumbuh dan berkembang di tempat mereka bekerja, agar setiap tetes keringat di ladang juga bermakna pembelajaran dan kemajuan.Ia menjelaskan, nama “Sou Tani” lahir dari para petani itu sendiri.
Dalam dialek lokal, “Sou” dimaknai sebagai rumah atau tempat, sehingga Sou Tani berarti ‘Rumah Para Petani’ sebuah ruang belajar yang lahir dari, oleh, dan untuk petani.
Ia menambahkan, fungsi sou tani tak hanya sebatas ruang pelatihan pertanian. Sou Tani juga akan digunakan sebagai pusat edukasi informal, tempat diskusi, pelatihan teknologi pertanian, pengelolaan hasil tani, serta literasi dasar seperti baca tulis dan administrasi sederhana.
Masih kata kades, bahkan ke depan, sanggar ini dirancang untuk membuka kelas-kelas keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tani.
Pemerintah Desa Sibalaya Utara menyatakan bahwa Sou Tani adalah bentuk dukungan pemerintah desa dalam mendorong kemandirian, membangun ruang belajar bersama, dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat.
“Sou Tani bukan sekadar bangunan, tapi gerakan. Gerakan dari sawah, oleh petani, untuk kemajuan desa,” ujar salah satu tokoh tani Desa Sibalaya Utara.
Harapan terbesar adalah dengan hadirnya Sou Tani, Desa Sibalaya Utara tak hanya menjadi penghasil hasil pertanian, akan tetapi juga menjadi pusat kebangkitan pengetahuan agraris di Kecamatan Tanambulava. ***





