Sabtu, 2 Mei 2026

Pemkab Sigi Siap Bersinergi Dengan Polri Dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho bersama Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri penanaman jagung serentak di Desa Lambara, Rabu (9/7/2025). FOTO:DOK PROKOPIM PEMKAB SIGI

SIGI, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi siap mendukung dan komitmen dalam bersinergi bersama Polri, kementerian, dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III dan penanaman di lahan perhutanan sosial yang dipusatkan di Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Rabu (9/7/2025).

Menurut bupati, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret mewujudkan visi besar Presiden RI dalam program Asta Cita, khususnya dalam bidang pangan.

“Kabupaten Sigi sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tengah siap menjadi motor penggerak pertanian berkelanjutan demi kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” ujar Bupati Sigi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda Sulawesi Tengah dan dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan partisipasi aktif dari Kementerian Pertanian RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Bappenas RI, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Sigi, jajaran instansi vertikal, Rektor Universitas Tadulako, Kepala Bulog, tokoh masyarakat, serta kelompok tani dari berbagai wilayah di Sigi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Polri, khususnya Polda Sulteng, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan percepatan swasembada pangan tahun 2025 melalui pemanfaatan lahan perhutanan sosial.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Agus Nugroho dalam laporannya menyampaikan, saat ini telah dilakukan terobosan program “Satu Desa Minimal Satu Hektar” untuk penanaman jagung.

Lebih lanjut, sebanyak 1.162,8 hektar lahan di seluruh Sulawesi Tengah ditanami jagung secara serentak, dengan rincian 71 hektar di lahan perhutanan sosial dan 1.091,8 hektar lahan lainnya.

“Penanaman ini melibatkan 1.091 personel polisi penggerak, 27.169 kelompok tani, serta 426.835 petani aktif,” terang Kapolda.

Selanjutnya, varietas bibit unggul lokal yang digunakan adalah jenis Jakarin dan Lamuru, yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca kering dan cocok dengan kondisi geografis Sulawesi Tengah.

Untuk mendukung proses tanam, Polda Sulteng telah menyediakan 69 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) secara swadaya, termasuk traktor, alat pemipil, dan alat tanam benih.

Kapolda Sulteng optimis bahwa program ini akan menghasilkan minimal 4 ton jagung per hektar, atau sekitar 4.648,32 ton hasil panen dalam waktu tiga bulan ke depan, yang diyakini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pasokan pangan nasional.

Dalam arahannya secara daring, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Polda Sulteng. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata dari kreativitas dan dedikasi dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Saya ucapkan terima kasih atas terobosan kreatifnya, baik dalam mencari fasilitas lahan maupun dalam mempersiapkan alat-alat pertanian. Harapannya, para petani terus termotivasi menanam lebih maksimal untuk mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Kapolri. ***