SIGI, SIRANINDI – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sigi menggelar temu penyuluh pertanian mengawal program strategis nasional dalam rangka hilirisasi sektor perkebunan dan peternakan di Kabupaten Sigi, bertempat Balai Diklat Sulteng di Sidera, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Plt Kadis Peternakan Sigi, Kadis Tanhorbun Sigi beserta jajaran, Kepala BPP dan seluruh penyuluh se Kabupaten Sigi.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sig Mohamad Afit Lamakarate mengatakan hari ini merupakan pertemuan kedua sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan pertama pada Sabtu (29/8/2026).
Dimana pada hari pertama, membahas terkait luas tambah tanam, khususnya untuk tanaman pangan padi. Sedangkan pertemuan kedua kami membahas terkait target ataupun hilirisasi perkebunan. Katanya, pertemuan ini melibatkan seluruh penyuluh yang ada di Sigi.
Mengingat penyuluh adalah ujung tombak pertanian di lapangan untuk bisa mendorong perubahan mulai dari perubahan perilaku hingga bagaimana petani itu bisa menghasilkan produksi padi berkualitas.
Ia menambahkan, terkait perkebunan Sigi fokus di tanaman kakao, dimana tahun ini dapat bantuan 1.500 bibit kakao, Untuk itu kita detailnya lagi bagaimana kesiapan kelompok yang akan menerima bantuan. Bantuan bibit kakao tersebut akhir tahun ini sudah akan dibagikan.
Selanjutnya, kopi juga demikian, kelapa dalam kita detailkan semua, termasuk beberapa bantuan terkait dengan irigasi, hal itu perlu kami sampaikan, karena itu dalam rangka mendukung sektor perkebunan.
Dalam pelaksanaan program, penyuluh diimbau fokus ada wilayah binaannya, meningkatkan kemampuan SDM, membangun komunikasi yang baik dengan kelompok tani yang ada di wilayah binaannya.
“Apabila komunikasi dan koordinasi itu baik, tentunya apapun yang kita harapkan termasuk dengan perubahan perilaku petani sehingga produksi pertaniannya bisa tercapai,” terangnya.
Penyuluh dalam melaksanakan tugas selain komunikasi dengan para petani, mereka juga harus komunikasi dengan lintas sektor. Dimana dalam pertemuan ini kami juga mengundang BRMP, BMKG dan BWS.
Jadi kolaborasi yang terkait dengan sektor pertanian kita gandeng, bahkan TNI/Polri yang memang juga mendapat penugasan dari negara. Dimana tujuannya supaya target peningiatan produksi petani bisa tercapai. ***





