Jumat, 4 Sep 2026
Daerah  

Bupati Sigi : Peringatan Maulid Momentum Perkuat Nilai Nilai Keagamaan

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, bertempat kediaman Bupati Sigi di Desa Kotapulu, Kamis malam (3/9/2026).FOTO:ISTIMEWA

SIGI, SIRANINDI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Sigi tidak hanya menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dijadikan sebagai sarana edukasi dan konsolidasi sosial dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.

Melalui kegiatan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Penyalahgunaan Narkoba, Pemerintah Kabupaten Sigi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas generasi penerus bangsa.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Bupati Sigi, Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kamis malam, (3/9/2026) pukul 19.30 wita itu dihadiri Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, Sekretaris Daerah, Nuim Hayat, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, Staf Ahli TP-PKK, Roro Istanti Pongi, penceramah Jamaludin L. Nusu, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, majelis taklim serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam yang membawa perubahan peradaban, termasuk dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, semangat keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya terkait stunting, kemiskinan, penyalahgunaan narkoba dan perkawinan anak.

“Maulid Nabi bukan sekedar perayaan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil hikmah dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat yang beradab, sehat dan berakhlak mulia,” ujar Rizal.

Dalam forum tersebut, Rizal mengungkapkan bahwa persoalan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Kabupaten Sigi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, BNN atau pemerintah daerah. Ini adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat bersatu, saya yakin kita mampu mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Kabupaten Sigi,” tegasnya.

Lebih lanjut, bupati juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

Ia menilai peran ibu dalam keluarga sangat menentukan dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak.Karena itu, organisasi perempuan seperti TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, serta berbagai organisasi perempuan lainnya didorong untuk terus memperkuat edukasi keluarga hingga ke tingkat desa dan dusun.

“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama. Ketika keluarga kuat, maka ancaman narkoba, pergaulan bebas hingga perkawinan anak dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Selain isu narkoba, Bupati juga menekankan pentingnya percepatan penanganan stunting yang masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat maupun daerah.

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Sigi.Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah kasus stunting di Kabupaten Sigi menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Begitu pula angka kemiskinan yang terus mengalami penurunan.

Menurut Rizal, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TP-PKK, kader posyandu, pemerintah desa dan masyarakat.

“Kita bersyukur angka stunting terus mengalami penurunan. Ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil. Namun perjuangan belum selesai dan harus terus diperkuat,” ungkapnya.

Dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia, Pemkab Sigi juga tengah memperkuat penanganan Tuberkulosis (TB) yang menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat. Bahkan, pemerintah daerah telah mempersiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) TB hingga tingkat kecamatan dan desa.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk mempercepat eliminasi TB dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Rizal turut mengajak masyarakat mengembangkan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Menurutnya, gerakan menanam cabai, tomat, sayuran dan tanaman produktif lainnya dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pangan rumah tangga.

Ia mencontohkan bahwa masyarakat Sigi memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai komoditas pertanian secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kalau setiap rumah menanam kebutuhan dapurnya sendiri, maka selain menghemat pengeluaran keluarga, hasilnya juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, bupati mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya Kabupaten Sigi dan Kota Palu menerima kunjungan sejumlah istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Ibu Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurut Rizal, kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap isu-isu pembangunan keluarga, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan perempuan di daerah.

Karena itu, ia berharap organisasi perempuan di Kabupaten Sigi dapat semakin aktif mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Rizal juga menyampaikan imbauan terkait kondisi musim kemarau panjang yang tengah melanda sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal tahun 2027.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran permukiman yang dapat terjadi akibat cuaca panas ekstrem.Ia meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat,” pesannya.

Rizal juga meneruskan imbauan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar masyarakat melaksanakan doa bersama dan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Sementara itu, penceramah Jamaludin L. Nusu dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga, sosial dan bermasyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan membangun generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia harus dimulai dari lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama, salawat kepada Nabi Muhammad SAW serta ajakan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, gotong royong dan kolaborasi dalam membangun Kabupaten Sigi yang religius, maju, sehat dan sejahtera. ***