Jumat, 1 Mei 2026

BKAD Sigi Gelar Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Sekkab Sigi Nuim Hayat (kedua dari kanan) saat menghadiri kegiatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah, bertempat di Hotel Jazz Palu, Kamis (9/10/2025). FOTO:ISTIMEWA

PALU, SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sigi menggelar kegiatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah, dalam rangka optimalisasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Sigi 2025, bertempat di Hotel Jazz Palu, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekrettais Kabupaten (Sekkab) Sigi dan dihadiri oleh Kepala BKAD, Sekretaris BKAD Kabupaten Sigi bersama jajaran.

Dalam sambutannya Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi Nuim Hayat mengatakan dalam tata pengelolaan keuangan tidak boleh ada tawar menawar.

Ia juga menekankan, pengelolaan keuangan harus sesuai peruntukannya. Dalam pengelolaan keuangan, setiap ada penggunaan keuangan harus ada bukti atau surat tanda bukti pengeluaran keuangan.

Ia berharap melalui kegiatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah, dalam rangka optimalisasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Sigi 2025, hal tersebut untuk memudahkan tugas-tugas pengelola keuangan baik itu kasub keuangan maupun bendahara.

Ia juga mengimbau pengelola keuangan jangan sampai ada pencatatan-pencatatan atau akun yang tertinggal, terkait pertanggungjawaban pastikan pertanggungjawaban sesuai dengan apa yang direncanakan.

Sementara itu, Kepala BKAD Kabupaten Sigi Mahmud mengatakan IPKD sampai saat ini, masih di posisi angka B, artinya masih perlu perbaikan.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah bagaimana kita berupaya bersama-sama, baik itu pengelola keuangan yang ada di perangkat daerah mauoun di tingkat kecamatan untuk bagaimana kita tertib administrasi dalam pengelolaan penatausahaan keuangan.

Dimana yang selama ini kita melakukan secara manual, baik pencatatan maupun pengarsipan, ini kita coba bagaimana bisa ditingkatkan lagi yaitu melalui digitalisasi.

Menurutnya, digitalisasi pemahamannya sangat luas, sebagai contoh misalnya peserta mengasrsipkan dokumen ,sekarang teknologi semakin canggih. Melalui android kita bisa melakukan scan dokumen dengan aplikasi scan yang ada di android kita.

“Pada saat kita melakukan scan, itulah digitalisasi. Kita mengarsipkan secara digital, kita melaporkan secara digital. Artinya pelaporan-pelaporan yang kita lakukan setiap hari adalah real time,” ujar Mahmud.

Lebih lanjut, setiap saat kita melakukan pelaporan dan pengarsipan. Pemeriksa keuangan saat ini meminta dokumen secara digital, mereka selalu membagikan gogle drive untuk memasukkan dokumen-dokumen.

Ditekankan lagi, bahwa semua itu adalah digitalisasi yang dilakukan. Jadi kita di Kabupaten Sigi khususnya pengelola keuangan, kita berharap proses digitalisasi ini bisa secara menyeluruh, sehingga pelaporan baik itu, penatausahaan dan pelaporan pertanggungjawaban itu secara real time. ***