PALU, SIRANINDI – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sigi ke V, bertempat di Aula Bapelkes Sulteng, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sigi, anggota DPRD Sigi, Ketua IBI Sulteng, Ketua IDI Sigi, perwakilan Dinas Kesehatan Sigi, Sekretaris DPPKB Sigi dan perwakilan RSUD Torabelo.
Dalam sambutanya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan bahwa seluruh bidan yang ada di Kabupaten Sigi agar menjadi teladan ditengah masyarakat.
Jadilah bidan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, empati dan kepedulian terhadap kondisi pasien.
Kata bupati, layanan yang berkualitas bukan hanya diukur dari keterampilan, tetapi juga dari sikap ramah, komunikatif dan humanis.
Bupati berharap melalui Muscab ini akan terbangun komitmen bersama untuk terus meningkatkan profesionalis, menjaga etika profesi dan memperkuat soliditas antar anggota.
“Organisasi profesi seperti IBI memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, pelatihan dan penguatan kapasitas anggota agar selalu siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, bupati juga mengatakan tanggung jawab Bidan bukan hanya terbatas pada persalinan, tetapi juga meliputi edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan keluarga berencana, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat.
Oleh karena itu, kapasitas dan kompetensi Bidan harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kesehatan.
Ia juga mengatakan bahwa pemda berkomitmen untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui sinergi dengan organisasi profesi.
Ia menambahkan, kami membuka ruang dialog dan kolaborasi agar setiap kebijakan dan meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Bidan memiliki peran sentral dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam menjamin keselamatan ibu dan bayi.
“Bidan adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik di puskesmas, poskesdes, maupun di desa-desa yang jauh dari pusat kota,” pungkasnya. ***





