SIGI, SIRANINDI – Sekretaris Umum KONI Sigi, Aspar Lapondo, menyoroti persiapan kontingen Kabupaten Sigi dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Morowali.
KONI Sigi juga tengah mengupayakan pemenuhan berbagai kebutuhan atlet, mulai dari perlengkapan pertandingan, pakaian, transportasi, konsumsi hingga tempat menginap.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum (Sekkum) KONI Sigi Aspar Lapondo saat menghadiri Lomba Menembak Air Rifle Antarklub se-Kabupaten Sigi memperebutkan Piala Henri Kusuma Muhidin Cup, di Kelapa Gading Sport Centre Sigi, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Jumat (6/11/2026).
Ia menyebutkan, dukungan tersebut juga diberikan kepada tujuh cabang olahraga yang sebelumnya harus mengelola kebutuhan secara mandiri.
“Kalau sebelumnya ada cabang olahraga yang berjuang sendiri, sekarang kami berupaya agar kebutuhan atlet bisa ditanggung. Mulai dari perlengkapan, pakaian, uang makan, transportasi sampai penginapan, tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Namun, Aspar mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan menjelang keberangkatan kontingen. Salah satunya pengadaan peralatan pertandingan bagi 12 cabang olahraga yang membutuhkan perlengkapan khusus.
Ia meminta masing-masing cabang olahraga segera menyampaikan daftar kebutuhan agar pengadaan bisa dipercepat. Skema pembelian juga tengah diupayakan agar perlengkapan dapat tersedia sebelum pertandingan dimulai.
Selain persoalan perlengkapan, Aspar mengingatkan seluruh pengurus cabang olahraga dan pelatih agar tidak menunda penyerahan dokumen administrasi atlet. Dokumen asli, seperti KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, ijazah, dan persyaratan lainnya, harus dipastikan lengkap dan sesuai dengan berkas yang telah diunggah melalui aplikasi.
Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi salah satu syarat penting dalam proses pemeriksaan dan pengesahan atlet sebelum bertanding. Atlet yang tidak memenuhi persyaratan berisiko tidak dapat mengikuti pertandingan.
“Jangan sampai atlet sudah mempersiapkan diri untuk bertanding, tetapi akhirnya tidak bisa turun karena persoalan administrasi. Kami minta pelatih dan pengurus segera melengkapi semua dokumen. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Aspar. ***







