Sabtu, 2 Mei 2026
Daerah  

Wabup Sigi apresiasi warga yang ingin bekerja di luar negeri

Wabup Sigi Samuel Yansen Pongi didampingi Kadis Nakertrans Febrianto Borman dan Kabid Tenaga Kerja Muin Mursalin foto bersama calon PMI yang akan berangkat ke Jepang Dinda, bertempat ruang kerja Wabup Sigi, Selasa (10/9/2024). FOTO:SIRANINDI

SIRANINDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi sangat berkomitmen untuk menekan angka pengangguran, sehingga kami di sini tetap membuka lapangan kerja. 

Kami apresiasi apabila ada masyarakat Kabupaten Sigi yang ingin bekerja di luar negeri atau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) tentu yang bersangkutan harus mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sigi Samuel Yansen Pongi saat menerima kunjungan Warga Sigi atas nama Dinda yang akan bekerja di luar negeri dengan tujuan Negara Jepang. 

Kata Wabup, Dinda dinilai telah siap untuk bekerja di Jepang, karena Dinda telah memiliki skil sebagai perawat dan menguasai bahasa Jepang. 

Adapun gaji Dinda setelah bekerja nanti yaitu sebesar Rp16 juta/bulan. Walaupun ijazah SMA harus mengikuti prosedur. 

“Dinda merupakan Warga Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi,” terang Wabup Sigi. 

Dengan demikian Dinda tercatat dalam basis data Pemkab Sigi yang melapor secara resmi. Sehingga keberadaannya mudah dipantau setelah bekerja nanti. 

Dalam waktu dekat Pemkab Sigi akan melakukan penandatangan kerja sama dengan pimpinan PT Kiseki. Kebetulan pimpinan PT Kiseki merupakan putra asli Sulteng. 

Dimana pimpinan PT Kiseki asli Sulteng yang sudah tinggal dan bekerja di Jepang selama 18 tahun. Saat ini sudah ada empat orang Sigi yang bekerja di Jepang, jika ditambah Dinda jadi lima orang. 

Sementara itu, Yamin selaku perwakilan PT Kiseki mengatakan sesuai kontrak kerja Dinda akan bekerja per tanggal 1 November 2024.

Tapi masih menunggu CoE / sertifikat izin tinggal yang di keluarkan dari imigrasi jepang biasanya molor sebulan atau 2 bulan. 

“Untuk berangkat ke Jepang, Dinda tidak langsung tapi transit di jakarta dahulu, baru berangkat ke Jepang,” tandas Yamin. ***